pasrah wes

Senin, 19 Desember 2011


 sungguh indah kenangan yang engkau ciptakan bersama usainya malam tanpa selimut sinar rembulan…aku pasrah dalam hangetnya selimut tebal kulitmu…aku terbuai oleh manisnya rayu yang engkau lontarkan ketika kita bersama dalam kasih yang tercipta tanpa ada komando…aku menikmati sejuknya bibir mungilmu ketika menuturkan kisah kisah asmara yang kita jalani sehari hari..aku ingin semua kisah yang ada takkan pernah memudar dan takkan pernah hilang ditelan waktu karena aku sangat sayang padamu



melas


dinginnya malam tak sedingin hariku kala mengingat acuhnya dirimu memandangku,dengan apa aku harus buktikan kalau aku menyayangimu…dengan apa aku harus peragakan kalau aku mengasihimu sepenuh hari,tapi belum sempat ku ucap kata bayangmupun tak tampak lagi..kemana pergimu..kemana langkahmu..kemana bayangmu…yang kesekian kalinya aku harus kecewa karena cinta belum hampiri asaku dengan sempurna

melangsa

dalam nelangsa hayalku ada hadirmu menyapaku,aku tersenyum ceria karena engkaupun tersenyun,,namun sedetik kemudian engkau pergi membawa senyum yang belum sempat kunikmati …aku tidak tau kenapa begitu cepat engkau berlalu dan membawa senyum itu pergi..aku juga bingung kenapa engkau tebarkan senyum lalu kaupun pergi tanpa sepatah kata terucap..kemana aku akan mencari dirimu dalam remang remang cahaya yang membawa langkahmu..kemana aku harus mengadu karena engkau tak meninggalkan jejak…haruskah aku berteriak agar alam semesta membantuku mencari langkahmu?????….aku juga tidak tau apakah senyum manismu itu adalah senyum perpisahan atau senyum terakhir buaatku..

masa lalu

Minggu, 18 Desember 2011




Saat mentari mulai tenggelam
Sayap malam menutup perlahan
Gelap sudah menjelang
Panasnya siang jadi terlupakan
Semua berlalu
Biarkanlah masa terus berlalu



Ketika taqdir sudah tiba dan kita harus berpisah
Aku terus mengingat mu sebagai catatan kehidupanku
Ketika cinta melambai indah dalam alunan hidupku
Aku terlena dibuatnya
Dan ketika kesedihan menerpa dalam kepiluan
Hati ini terluka dibuatnya
Kau adalah puing-puing cerita masa lalu yang indah
Cinta pertama dan cinta monyetku
Ini pengalaman berharga
Terimakasih cinta telah hadir mengisi relung hati ini
Ku akan terus menjaga kisah yang pernah ada
Walau hanya sebatas cerpen di hati

BIAS CINTA LALU


Terlelap kala sunyiku menyapa
Mendekap keinginan rasa tuk bertahan
Tercipta kala jemariku mendamba
Memeluk kerinduan akan cintaku yang hilang
Akankah dirinya masih mencintaiku
Maafkan aku yang telah melukai hatimu
Akankah hatinya mengerti akan hatiku
Bahwa aku ingin kau bahagia selalu tanpa diriku
Kini terpaan anginku kian belai sesalku
Gemercik air pantulkan sinar matahari
Menyambut kenangan yang lalu hening jiwaku
Terpaddu membawa cinta yang telah mati
Terpaku akan keindahan dirimu
Terpana tanpa lelah hati berharap
Terjaga di dalam peraduan senja biru
Membias cahaya cinta kilauan asmara

Puisi dari Seorang yang Merindukan



Sejenak ku bertanya mengapa KAU berikan cinta
kepada seseorang yang rapuh
Sejenak ku menjawab bila ku dapat menjawab
Kau kan tersenyum indah di atas sana

Serangkaian kata yang sangat mendalam
terbesit sanubari karena aku masih cinta
Benarkah itu sebuah jawaban ataukah
hanya sekedar ungkapan rasa kasih sayang

Ataukah jawaban itu kembali menjadi suatu pertanyaan
Tuhan tahu apa maksud dan tujuan dari semua ini
Perasaan yg menyelubungi jiwa terus berdebar tak kunjung reda
Hingga akhirnya kuterbuai dalam penantian cinta

Engkau sayangku berkata “bila ku tak ada”, bila ku tak ada
Seseorang yang amat kusayangi merasakan apa yang kau rasakan
Ujung-ujung jari bergetar seakan berteriak hindari nafas kematian
Itulah yang kan terjadi pada diri seseorang yang ku sayangi

Sejenak kembali ku bertanya pada diri
yang merindukan sang impian sejati
Apakah KAU sekedar menguji hati seseorang
yang amat sangat kusayang
Apakah kau sekedar menguji hati seseorang
Yang amat sangat kurindui

Mulut dan lidah mengatakan benar dan tidak
tapi hati tak bisa bohong
Perasaan percaya muncul jika hati dapat jua merasakan
Lebih lagi jika hati, jiwa, dan ragaku
bertemu engkau tanpa rasa kasihan

Janganlah kau membuat aku semakin goncang
Aku yang rapuh, bimbang, resah, dan tiada tujuan
mengerti apa yang kan terjadi
Bila itu terjadi padaku dari seorang yang terus bertanya-tanya
Mungkin ku kan seperti engkau yang amat kurindukan



Mengertilah wahai bunga tidurku
Aku juga mengerti tentang bagaimana keadaanmu
Aku yang tak dapat bertahan hidup
bila hal yang seperti ini terjadi padaku

Tuhan Yang Maha Pemberi Kasih Sayang
Alangkah senang dan gembiranya hatiku
bila Kau disisiku menemaniku
Tuhan Yang Maha Pembawa Berita
Alangkah bersyukurnya hatiku
bila seseorang yang kurindukan menemaniku jua

Berilah kabar untuknya dalam do’aku
bahwa ku amat sayang padanya
Berilah ketabahan hati kesejukan jiwa ketentraman impian
Agar tenang seluruh keraguan menyelimuti pikiran,
hilang terpendam janganlah tersisa

Memanglah cinta tak habis-habisnya melanda
setiap insan yang tengah dimabuknya
Ketiadaan cinta justru malah menambah
ketidakberdayaan seseorang hadir di dunia
Betapa lengkapnya suasana jiwa menyatu
akan jiwa yang lain dari perasaan cinta
Benar-benar baru kurasakan akan hidupku yang sesungguhnya

Ku merasakan cinta pada seseorang yang amat kurindukan
Ku merasakan sayang pada seseorang yang amat kuimpikan
Samakah dengan cinta dan sayangku padaMu wahai Tuhan?
Ku masih merasakan sayang pada apa yang Kau ciptakan
Tapi ku jauh dariMu wahai Tuhan Pencipta Keindahan

Janganlah Kau berikan aku jiwa yang rapuh,
jiwa yang tak tahu akan kasih sayang
Janganlah Kau pisahkan aku padanya,
berawal dari hal yang tak pernah kubayangkan

Sayangku cintaku
Bahwa cinta dan sayang hanyalah Engkau Yang Memberikan
Bahwa hidup dan mati hanyalah Engkau Yang Menentukan

Ada Semilir di Hati

Sabtu, 10 Desember 2011



Rinai hujan sore ini, mebyentak lamunanku
Rintiknya lembut atau karna hatiku yang syahdu?
Ada semilir di hati, menyentuh hingga ke batin
Ku panggil namamu dalam hati, begitu terasa getarannya
Cinta yang kau beri membalut luka yang dulu pernah ada
Cinta merona dan kasmaran..
Ku tak ingin beranjak pergi karna telah kutemukan dirimu di jiwaku..
Ada 
‘rasa’ di sini,,
bahkan mengalir keseluruh tubuhku..
Tak dapat ku pastikan namun bayangmu begitu nyata dalam khayalan…
Bumi masih basah disentuhi gerimis,..
Seperti hatiku, kembali hidup oleh cintamu.
……



Sendiri Lebih Baik


Ada Rindu


Kalau saja aku tak pernah mengenalmu

dan kau pun tak pernah meninggalkanku
Mungkin aku tak kan pernah tau yang namanya rindu

Aku rindu cara kau menatapku
Aku rindu cara kau membuatku tersenyum
dan aku rindu semua tentangmu,,,

Ada rindu yang kini menggantung di sukmaku
terpatri hanya pada hatimu
Rinduku padamu mengalahkan gelisah dan gundahku
Aku tak mampu menghapus bayangmu 
Tulusmu adalah harmoni hatiku

Kalau saja aku tak pernah mengenalmu
Mungkin aku tak kan pernah tau cantiknya pagi,,,
indahnya senja,,, dan hangatnya mentari,,,

Hilangmu,, Piluku



Hilangmu,, Piluku


Seandainya,,,
Matahari itu adalah rasa intimku dengan ayah
Aku tak tahu bagaimana menghadirkan kembali matahari itu
Satu-satunya matahari yang terbit kemarin
telah ditelan garhana berkepanjangan
Apakah ini cemburu,,,???
Entahlah,, aku tak tahu....
Aku hanya merasakan rasa memilikiku terusik oleh seseorang
yang seharusnya tak boleh mengganggu keintimanku dengan ayah
Tapi,, aku tak bisa mencegahnya
Sorot langkahnya begitu yakin untuk mengambil ayah dari pelukanku....
Jika memang aku harus membiarkanmu hilang,,
Tak apa...
Piluku kini mungkin akan sirna nanti.. 

Rinduku yang sudah tak terbatas



Tinggal kerlip bintang yang dibiarkannya untuk lepas
Tak jua hingga akhirnya ku berhenti bernafas
Untuk segera menemui-Mu di hamparan yang panas
Sedikit pun ku tak sanggup tuk menengadah
Dan tak jua Kau berikanku sedikit celah
Untuk dapat menuju cinta-Mu yang megah
 Hingga akhirnya ku menyerah
Gempar..
Bergetar jiwaku meresapi hinanya
penyesalan seorang diri yang kekar,
namun hanya bisa mengingkar

UNTUK SETIA

Ketika burung mulai berkicau

Ketika bintang mulai kemilau

Dan ketika itu juga parasmu memukau

Aku di sini, sayang…

Untuk setia

Untuk memberimu cerita

 Di saat angin mulai bertiupan
 Di saat ombak mulai berdeburan
 Dan di saat itu pula hatimu mulai tak karuan
 Aku masih di sini, sayang…
 Untuk setia
Untuk berbagi cinta dan duka
Meski mentari tak lagi bersinar
Meski bunga tak lagi mau mekar
Dan meski tubuhmu tak lagi kekar
Aku tetap di sini, sayang…
Untuk setia


Sampai sang ajal tiba


HANYA KAMU

Banyak cinta pun tak ku enak

Tahu sang fajar mengasihi satu saja cahayanya

Minta lebih pun tak apa

Jika hanya serpihan hati yang didamba

Tidak penting kilauan emas berlian

Jika artinya hanya rebutan

Tidak penting besarnya cinta simpanan

Jika akhirnya ditinggal kenangan

Cukuplah ada kamu di sini

Hanya kamu





Look ! Eyes Have Been Said A Love





Kamu yang sekarang memenuhi relung hatiku.
Kamu yang sekarang menghias mimpi-mimpi kelamku.
Kamu yang mewarnai kehidupanku.
Kamu yang menorehkan kenangan dikepalaku.

Langit diatas berbisik kekelaman kepadaku.
Memenuhi telinga halusku akan godaan memilikimu.
Tak sanggup menolak, namun tak bisa juga menerima.
Langit tetap setia membisikkan hal itu bahkan ketika aku berkelana di
alam mimpi.
Sungguh suatu kesetiaan yang sudah lama kunantikan.

Aku tertunduk ketika tahu hanya bisa berharap.
Aku terdiam ketika memahami bahwa cinta tak mesti memiliki.
Melepasmu tertawa bersama yang lain.
Merelakanmu mencintai yang lain.

Tampakkah dimataku ketika menatapmu, ketika berbicara padamu ?
Tampakkah cinta disetiap tawa yang coba aku hadirkan padamu?
Tatap, pahami dan resapi.
Hatiku remuk, namun demi kamu aku rela.

Cinta yang kurasakan tak sempat terungkap.
Bagai kayu yang tak sempat memohon ketika api memanjakannya.
Cinta yang kurasakan tak sempat terbalas.
Bagai tumbuhan yang tak sempat merasakan lembutnya air hujan.



When I'm Missing You 

Kangen yang tak berujung menghampiri hati.
Rindu yang tak berdosa menyambangi jiwa.
Terdiam.
Aku kembali terdiam.


Pertemuan singkat tadi melegakan jiwa.
Dinginnya hati kembali menghangat melihat sosok dirimu.
Hanya obrolan singkat yang keluar dari mulutku.
Menahan hasrat ingin memeluk dirimu.

Ketika kangen.
Sampaikanlah pada malam.
Ketika rindu.
Sampaikanlah pada angin.

Malam yang setia akan menyampaikan kangen.
Angin yang tenang menyejukkan akan menyampaikan rindu.
Rindu yang kurasakan bermekaran tanpa meminta pupuk.
Rindu yang kualami tumbuh tanpa meminta aliran air.

Jemariku mengeluarkan hasrat rindu.
Kata-kata kurangkai mengalirkan hasrat rindu.
Lidahku sunyi menahan siksaan hasrat rindu.
Pikiranku penuh memuat hasrat rindu.

Aku rindu kamu.
Aku kangen kamu.
Tak ada keraguan atas itu.
Yakinlah,
seyakin cintaku yang mencintaimu . . .



Love = Cinta

Jamahlah rinduku yang tertuang di lepas malam ini.
Hirup wangi cinta yang semerbak mewangi mengiringi rindu.
Bayang wajahmu menghiasi relung hatiku.
Mewarnai sukma pemandangan jiwa.

Rasa yang dulu terkubur ntah dimana.
Kini bangkit.
Khayalku tak mampu menerka mengapa itu bisa terjadi.
Aku hanya tahu, aku cinta kamu.

Jalinan cinta kita yang suci tanpa noda.
Terhiasi bulir-bulir kenangan indah.
Bersama kita lewati jalan romansa ini.
Taklukkan halang rintang yang setia menemani.

Rembesan hujan tadi menjadi saksi bisu.
Kecupan hangat kuhaturkan untuk menenangkan hatimu.
Menyalurkan cinta.
Menawarkan keraguan hati.

Dengarkanlah bisik hatiku.
Pahamilah bisik hatiku.
Rasakanlah bisik hatiku, dan
Sambutlah bisik hatiku.

Bersama kita tanam benih cinta ini.
Menuai bersama ketika semi datang.
Bertahan saat gugur menyapa.
Mendinginkan ketika panas menyentuh, dan
Menghangatkan saat dingin memeluk.

Ketika ragu menghampiri.
Percayalah aku akan menyeka keraguan itu.
Ketika luka menggoresmu.
Percayalah aku yang memegang penawar luka itu.

Ketahuilah,
Mengertilah,
Tetapkanlah, bahwa
Love = Cinta . . .

Ketulusan Hati


Ketulusan Hati



Kasih ...
Aku mencintaimu dengan rasa sayang
Menyayangimu dengan penuh kasih
Percayalah kasih,
Ini bukan rekayasa atau pun rayuan semata ...
Tapi ini TULUS dari HATI ...


Kau tahu ??

Begitu bahagia aku ketika kau manjakan aku ..
kau belai rambutku dan kau kecup keningku ...


Suaramu yang merdu dan lembut, membuat aku terbuai akan cintamu itu ..

Senyummu bagaikan bulan sabit, yang membuatku terbuai akan manisnya ...


Kasih ...

Inilah perasaanku ...
Walaupun kau tak menyangka ini sungguhan ...
Tapi inilah kenyataannya ...


Sungguh sakit ketika kau berkata kasar

Begitu perih hati ini ketika kau berbuat sesukamu,
Lalu dengan mudahnya kau melupakannya ...
Betapa terlukanya hati ini ...
Bagaikan kau tumpahkan tinta hitam, lalu dengan mudah kau menghapusnya ....


Kasih ...

Aku bukan boneka yang bisa kau permainkan dengan sesuka hati ...
Kau luapkan amarahmu, dan begitu tinggi egomu ...
Tapi aku hanya bisa terdiam dan berfikir ...